Minggu, 21 Oktober 2012



Green home designs, eco homes, what is an Eco Friendly House? An Eco friendly house is one designed to have as little negative impact on the environment as possible. Of course while this sounds simple enough there are a huge range of different options available to you in order to create a green home built according to green and conservation standards. Furthermore different home owners lie at different places along the scale. For some it has to be built from the ground up, using renewable building techniques and environmentally-friendly materials. They need to be insulated to within an inch of their lives, have rooftops and are powered entirely from renewable energy in the form of solar power, air source heat pumps, wind turbines and the like. They have composting toilets and collect rain water to bathe in, are triple-glazed and are designed to make the best use of the available natural light. For most people though, however interesting a concept this may be, it is a step further than is practical. Most people who care about the environment already own a home and rather than wanting to move completely into a bespoke, custom-designed and possibly even self-built home, they want to do their best to turn their existing property into an energy efficient comfortable living spaces. Fortunately there are lots of things you can do right now and for very little money to significantly reduce the carbon footprint of your new or existing house without you having to give up on your home comforts. Indeed the best success in offering all the pleasures and comforts that most consumers expect from their homes but without them needing to contribute to global warming or the destruction of the planet. eco architects specializing in carbon neutral eco (ecological) architecture, eco building and sustainable home designs.









KMD architects - Public Utilities Commission Building in San Francisco. Planned and Design to become one of the greenest, most sustainable Urban Office building in the United States.

Rabu, 17 Oktober 2012







sistem plat rata pada bangunan condominium residence.




  • adapun contoh gambar sistem plat rata :



 


Analysis and design of two stories town house with prefabricated concrete structural system.








 






4 stories office building with under ground parking and flat plate floor moreover some stair is free landing type.





 




Three stories house with underground water tank and this structure consist too many beam because area much more than 1000 sq.m.




 
2 stories house is included roof structure modeling.




 
Symmetrically three stories house with a pond in the front end.











 
17 stories condominium with two stories of basement is checking to resist wind and seismic load, including stabilities checking.











 
27 stories condominium is checking to resist wind and seismic loads, including stabilities checking.











 
33 stories condominium with four stories of basement is checking to resist wind and seismic loads, including stabilities checking.









 
24 stories condominium is checking to resist wind and seismic loads, including stabilities checking.








 
38 stories condominium is checking to resist wind and seismic loads, including stabilities checking.









 
Single bored pile with eccentricity is to be check so tie beam is required to resist unbalance moment in footing (F1). Moreover the bottom column is strengthened due to unbalance moment transfer to column.





 

The modular coordination building is design with prefabricated concrete structural system to resist wind and seismic loads.









Two stories restaurant with longest span about 10 meter by used 800x250 mm. beam size and twin beams are used to carry the glass-steps of stair ST1. The total gross sevice area about 1,200 sq.m.







Re-build of factory flat slab floor with 3 ton/sq.m. of live load. Due to live load is more than 75% of dead load therefore the twenty cases of live load pattern are defined to analyze and design of this flat slab.














In-door footsal court is a long span roof steel structure with space trusses are used as a main rafter and braced them by two dimensional warren trusses as a purlin. In result from architects and engineers therefore space trusses column are adopted instead of reinforced concrete column. Moreover, this project are consisted of two facilities building as reinforced concrete structure and two dog leg stairs.
            




   





   

Three stories home office is designed to resist seismic loads (x & y directions). Although it is located in Nakhon-Prathom province, there is out of disaster zone but by in order of owner's it will be concerned. the key point of this project are widely space about 8 meter in system of reinforced concrete beam-column moment resisting framed structure and single main stair beam (steel beam) with taken as same span.
                



    



    


High class single storey house is a reinforced concrete structure. This house having 3.5 m floor to floor is a more head room furthermore it used incline column is supported top roof slab. In calculation of beam forces and beam design is adopted T & L beam concept that it use some part of cast in place slab as a beam flange due to economical requirements and showing the known how technology of the structural designer.


Sabtu, 23 Juni 2012

Berdasarkan sejarah, perkembangan bentuk rumah tinggal orang jawa dapat dikategorikan menjadi 4 macam yaitu rumah tradisional:
*bentuk Panggangpe
*bentuk Kampung
*bentuk Limasan
*bentuk Joglo
Dibanding bentuk lainnya, rumah bentuk joglo lebih dikenal masyarakat pada umumnya.
Rumah Joglo kebanyakan hanya dimiliki oleh mereka yang mampu. karena rumah joglo butuh bahan lebih banyak dan mahal ketimbang rumah bentuk lain. Masyarakat jawa dulu menganggap bahwa rumah joglo tidak boleh dimiliki oleh sembarang orang, oleh orang kebanyakan, tapi hanya diperkenankan bagi kaum bangsawan, raja, dan pangeran, serta mereka yang terhormat dan terpandang. Namun dewasa ini rumah joglo digunakan pula oleh segenap lapisan masyarakat dan juga untuk berbagai fungsi lain, seperti gedung pertemuan serta perkantoran.

 Dalam masyarakat jawa tengah,,,,,,,
pada saat pagi hari, suasana begitu ramai, Suara tetabuhan kentongan terdengar dari wilayah masyarakat jawa tengah. Di rumah bergaya Joglo khas desa itu tampak  sejumlah pemuda sedang memukuli tujuh kentongan kayu berukuran besar dan delapan kentongan bambu yang lebih kecil.


 Di halaman rumput depan rumah Senggung, dua pasang muda mudi belia menari mengikuti irama kentongan yang bertalu. Gerakannya mirip lenggak lenggok tayub namun penarinya mengenakan pakaian ala petani. Para gadis menggendong tenggok keranjang bambu berisi padi dan gabah, sementara jejakanya mengenakan iket dan berpakaian serba hitam serta memanggul cangkul. Sedangkan Senggung, bertugas melantunkan langgam jawa yang sesekali ditingkahi alunan seruling bambu. 


 









Ketoprak kalebu salah sawijining kesenian rakyat ing Jawa tengah, ananging ugo bisa tinemu ing Jawa sisih Wetan (Jawa Timur ).Ketoprak wis nyawiji dadi budaya masyarakat Jawa tengah lan biso ngasorake kesenian liyane ,umpamane Srandul, Emprak lan sakliyane. Ketoprak wiwit bebukane awujud dedolanan para priyo ing dusun kang lagi nganaake lelipur sinambi nabuh lesung kanthi irama ana ing waktu wulan purnama ndadari , kasebut Gejog. Ana ing tembe kaering tembang bebarengan ing kampung /dusun kanggo lelipur . Sak teruse ana tambahan gendang, terbang lan suling, mula wiwit saka iku kasebut Ketoprak Lesung, kira-kira kadadeyan ing tahun 1887. Sak banjure ana ing tahun 1909 wiwitan dianaake pagelaran Ketoprak kanthi paripurna/lengkap.








 Kesenian wayang dalam bentuknya yang asli timbul sebelum kebudayaan Hindu masuk di Indonesia dan mulai berkembang pada jaman Hindu Jawa. Pertunjukan Kesenian wayang adalah merupakan sisa-sisa upacara keagamaan orang Jawa yaitu sisa-sisa dari kepercayaan animisme dan dynamisme.

kesenian wayang dan ketoprak ini masih sering di tampilkan, banyak orang-orang yang menyaksikan dari orang dewasa hingga anak2.


 Bagian konstruksi inti dan ciri khas rangka atap pada bangunan rumah tradisional Joglo adalah terletak pada susunan struktur rangka atap “brunjung” (bentuk piramida terbalik, yaitu makin ke atas makin melebar dan terletak di atas ke-empat tiang “soko guru” disusun bertingkat sampai dengan posisi “dudur dan iga-iga”) dan susunan rangka “uleng” (susunan rangka atap berbentuk piramida yang disusun diatas ke-empat tiang “soko guru” ke arah bagian dalam). 
rangka ini mencirikan suatu desa yang begitu menyatu dalam kesatuan budaya dan bentuk kayu yang sama menggambarkan setiap budaya di indonesia itu sama.
 














 

Minggu, 27 Mei 2012

Rumah adat sebagai simbol kebudayaan di sumatra


Sumatra Barat (PADANG)
Bagi masyarakat Minangkabau, Rumah Gadang adalah satu di antara simbol budaya. Rumah Gadang yang berarti rumah besar bahkan menjadi milik berharga suatu kaum di Ranah Minang. Menurut pesan leluhur, mempertahankan Rumah Gadang adalah tugas mulia yang harus didahulukan. Sayangnya, tak semua Rumah Gadang dalam kondisi baik. Ketiadaan dana membuat sebagian rumah adat Minang tersebut harus menyerah dimakan usia atau dimakan lapuk, bahkan dimakan kemajuan jaman.



BANGKA BELITUNG
Secara umum arsitektur di Kepulauan Bangka Belitung berciri Arsitektur Melayu. ada tiga tipe yaitu Arsitektur Melayu Awal, Melayu Bubung Panjang dan Melayu Bubung Limas. Bangunan didirikan di atas 9 buah tiang, dengan tiang utama berada di tengah dan didirikan pertama kali. Atap ditutup dengan daun rumbia. Dindingnya biasanya dibuat dari pelepah/kulit kayu atau buluh (bambu). Rumah Melayu Bubung Panjang biasanya karena ada penambahan bangunan di sisi bangunan yang ada sebelumnya, sedangkan Bubung Limas karena pengaruh dari Palembang. Sebagian dari atap sisi bangunan dengan arsitektur ini terpancung. Selain pengaruh arsitektur Melayu ditemukan pula pengaruh arsitektur non-Melayu seperti terlihat dari bentuk Rumah Panjang yang pada umumnya didiami oleh warga keturunan Tionghoa. Pengaruh non-Melayu lain datang dari arsitektur kolonial, terutama tampak pada tangga batu dengan bentuk lengkung.



Nanggro Aceh Darussalam (Aceh)
Rumah tradisonal suku Aceh dinamakan Rumoh Aceh. Rumah adat ini bertipe rumah panggung dengan 3 bagian utama dan 1 bagian tambahan. Tiga bagian utama dari rumah Aceh yaitu seuramoë keuë (serambi depan), seuramoë teungoh (serambi tengah) dan seuramoë likôt (serambi belakang). Sedangkan 1 bagian tambahannya yaitu rumoh dapu (rumah dapur).



Sumatra utara (Medan)
Rumah adat suku batak bernama Ruma Batak. Berdiri kokoh dan megah dan masih banyak ditemui di s Samosir
Rumah adat karo kelihatan besar dan lebih tinggi dibandingkan dengan rumah adat lainnya. atapnya terbuat dari ijuk dan biasanya ditambah dengan atap-atap yang lebih kecil berbentuk segitiga yang disebut "ayo-ayo rumah" dan "tersek". Dengan atap menjulang berlapis-lapis itu rumah Karo memiliki bentuk khas dibanding dengan rumah tradisional lainnya yang hanya memiliki satu lapis atap di Sumatera Utara.
Bentuk rumah adat di daerah Simalungun cukup memikat. Kompleks rumah adat di desa Pematang Purba terdiri dari beberapa bangunan yaitu rumah bolon,balai bolon,jemur,pantangan balai butuh dan lesung.
Bangunan khas Mandailing yang menonjol adalah yang disebut "Bagas Gadang" (rumah Namora Natoras) dan "Sopo Godang" (balai musyawarah adat).
Rumah adat pesisir sibolga kelihatan lebih megah dan lebih indah dibandingkan dengan rumah adat lainnya. Rumah adat ini masih berdiri kokoh di halaman Gedung Nasional Sibolga.



SUMATRA SELATAN (LAMPUNG)
Rumah Adat Lampung umumnya terdiri dari bangunan tempat tinggal disebut Lamban, Lambahana atau Nuwou, bangunan ibadah yang disebut Mesjid, Mesigit, Surau, Rang Ngaji, atau Pok Ngajei, bangunan musyawarah yang disebut sesat atau bantaian, dan bangunan penyimpanan bahan makanan dan benda pusaka yang disebut Lamban Pamanohan



JAMBI
Rumah adat orang Lampung biasanya didirikan dekat sungai dan berjajar sepanjang jalan utama yang membelah kampung, yang disebut tiyuh. Setiap tiyuh terbagi lagi ke dalam beberapa bagian yang disebut bilik, yaitu tempat berdiam buway . Bangunan beberapa buway membentuk kesatuan teritorial-genealogis yang disebut marga. Dalam setiap bilik terdapat sebuah rumah klen yang besar disebut nuwou menyanak. Rumah ini selalu dihuni oleh kerabat tertua yang mewarisi kekuasaan memimpin keluarga.

Rumah tinggal orang Batin disebut Kajang Lako atau Rumah Lamo. Bentuk bubungan Rumah Lamo seperti perahu dengan ujung bubungan bagian atas melengkung ke atas. Tipologi rumah lamo berbentuk bangsal, empat persegi panjang dengan ukuran panjang 12 m dan lebar 9 m. Bentuk empat persegi panjang tersebut dimaksudkan untuk mempermudah penyusunan ruangan yang disesuaikan dengan fungsinya, dan dipengaruhi pula oleh hukum Islam.

Sebagai suatu bangunan tempat tinggal, rumah lamo terdiri dari beberapa bagian, yaitu bubungan/atap, kasau bentuk, dinding, pintu/jendela, tiang, lantai, tebar layar, penteh, pelamban, dan tangga.

Bubungan/atap biasa juga disebut dengan 'gajah mabuk,' diambil dari nama pembuat rumah yang kala itu sedang mabuk cinta tetapi tidak mendapat restu dari orang tuanya. Bentuk bubungan disebut juga lipat kajang, atau potong jerambah. Atap dibuat dari mengkuang atau ijuk yang dianyam kemudian dilipat dua. Dari samping, atap rumah lamo kelihatan berbentuk segi tiga. Bentuk atap seperti itu dimaksudkan untuk mempermudah turunnya air bila hari hujan, mempermudah sirkulasi udara, dan menyimpan barang.

Senin, 11 Juli 2011

my study architecture

Study arsitektur bersama teman-teman di surabaya



monumen bersejarah, yang berada di surabaya















Salah satunya perlawanan rakyat paling bersejarah adalah peristiwa 10 November 1945 yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Jika Anda berkesempatan mampir ke Surabaya, tempat terjadinya peristiwa 10 November 1945, tidak ada salahnya Anda melakukan wisata sejarah menyusuri daerah-daerah yang berhubungan dengan Hari Pahlawan. Kompas.com berkesempatan ikut dalam program Surabaya Heritage Track untuk menelusuri beberapa bangunan bersejarah.
Gedung Internatio Jika mendengar kisah tentang Hari Pahlawan, momen paling melekat dalam ingatan adalah peristiwa perobekan bendera Belanda yang terjadi di Hotel Yamato. Namun ada kisah bersejarah penting lainnya, yaitu tewasnya pimpinan tentara Inggris, Brigadir Jenderal Aubertin Mallaby. Banyak orang yang mengira bahwa Mallaby tewas di Jembatan Merah, tapi sebenarnya peristiwa ini terjadi di sekitar area Gedung Internatio yang dibangun tahun 1920.
Tempat inilah yang menjadi markas bagi tentara sekutu. Hingga kini sosok pemuda Indonesia yang menembak Mallaby masih misteri. Kematian Mallaby menjadi awal meletusnya pertempuran 10 November 1945. Gedung Internatio berdekatan dengan Gedung Cerutu dan Gedung Polwiltabes Surabaya.
Gedung Cerutu Gedung ini dibangun pada tahun 1916. Retno, pemandu program Surabaya Heritage Track, menjelaskan bahwa Gedung Cerutu dulunya adalah kantor perusahaan gula. Karena bentuk menaranya yang seperti cerutu, gedung ini pun dijuluki sebagai Gedung Cerutu.
Gedung Polwiltabes Surabaya Gedung Polwiltabes Surabaya sangat unik. Karena dari awal dibangun, tempat ini adalah kantor kepolisian, baik pada masa kolonial Belanda, masa Jepang, hingga saat ini. Hanya namanya saja yang berubah-ubah. Bangunan ini berdiri pada tahun 1850. Di bawah bangunan terdapat penjara bawah tanah. Konon, ada terowongan bawah tanah yang menghubungkan gedung ini dengan penjara Kalisosok.
Jembatan Merah Siapa yang tak kenal lagu keroncong "Jembatan Merah"? Tentu lagu yang sangat familiar. Jembatan yang melintas di atas Kali Mas ini mulanya dibangun untuk menghubungkan Surabaya sebelah timur dengan sebelah barat. Sebelah timur merupakan area pedagang dan pelaut asing.
Saat ini, kawasan tersebut menjadi area pecinan dan di sebelahnya terdapat kawasan komunitas Arab. Sementara itu di sebelah barat dulunya merupakan kawasan pemerintahan kolonial Belanda. Jadi menurut Retno, Jembatan Merah dibangun bukan untuk kepentingan militer. Saat pertempuran melawan tentara Belanda dan Sekutu, para arek-arek Suroboyo bertahan di kawasan Jembatan Merah.
Tugu Pahlawan Tugu Pahlawan merupakan ikon kota Surabaya. Monumen ini dibangun untuk memperingati Hari Pahlawan. Tugu Pahlawan terletak di tengah Taman Kebonrojo, di seberang kantor Gubernur Jawa Timur. Saat memasuki kawasan monumen ini, Anda akan disambut dengan patung Soekarno dan Hatta, lengkap dengan tulisan-tulisan perjuangan seperti "Merdeka atau Mati". Monumen ini diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1952.
Di dekat tugu ada piramida dari kaca. Di bawah piramida ini terdapat museum. Untuk masuk ke bagian museum Anda cukup merogeh kocek Rp 2.000. Di museum ini Anda dapat menyaksikan patung peraga dan ukiran yang menggambarkan peristiwa 10 November 1945. Selain itu ada pula koleksi pidato Bung Tomo dan rekaman suara Bung Tomo saat menolak ultimatum tentara sekutu yang mengharuskan rakyat Surabaya menyerah. Menurut Abdullah, pegawai museum ini, akan ada penambahan koleksi berupa mobil Bung Tomo.
Selain tempat-tempat di atas, Anda juga dapat mengunjungi Hotel Majapahit, yang sejak awal dibangun dan melewati masa Belanda, Jepang, hingga kini selalu berfungsi sebagai hotel. Saat hotel ini bernama Hotel Yamato, terjadi peristiwa perobekan warna biru pada bendera Belanda hingga menjadi merah putih, bendera Indonesia.
Anda juga bisa mendatangi kawasan Jalan Kali Sosok untuk melihat penjara Kalisosok yang ditakuti dan dibangun pada masa Gubernur Jenderal Herman Williams Daendels. Bangunan yang tembok-temboknya kini dipenuhi mural termasuk saksi sejarah peristiwa 10 November 1945. Para tahanan Kalisosok ikut serta dalam pertempuran ini.
Untuk mendapatkan pengalaman napak tilas yang lebih komprehensif, Anda bisa menggunakan bantuan biro wisata yang banyak terdapat di Surabaya. Anda juga bisa mengunjungi Balai Pemuda Surabaya di persimpangan Jalan Pemuda, yang merupakan tempat Pusat Informasi Pariwisata untuk mendapatkan panduan pengetahuan sejarah mengenai tempat-tempat ini

Jumat, 17 Juni 2011

green arsitektur




Green architecture... ataupun sustainable architecture...punya makna yang sama...yaitu arsitektur berkelanjutan atau bangunan yang peduli terhadap lingkungan ....
Pengertian yang lebih luas berarti cara berpikir yang meminimalkan efek negatif yang ditimbulkan dalam suatu perencanaan, proses pembangunan dan pengelolaan suatu hunian dan berupaya meningkatkan efisiensinya.

Apa saja pertimbangan untuk menjadi green architecture ??


Vicino House LEED Home 01 The 5 Million Dollar Vicino House / Living Big G L.A. StyleVicino House LEED Home 06 The 5 Million Dollar Vicino House / Living Big G L.A. Style   













Efisiensi energi, pengaturan secara efesien dari suatu hunian terhadap kebutuhan listrik, gas ataupun air yang diperlukannya. Hal ini berbanding lurus dengan ukurannya...artinya semakin besar hunian...semakin besar energi yang diperlukan, maka lay out tata ruang memiliki andil yang besar...... arsitek diharapkan bisa menangkap kebutuhan yang paling mendasar dari penghuni dan menyajikannya dalam desain yang terencana, sehingga tidak ada ruang-ruang yang terbuang dan terbengkalai......

Menciptakan energi sendiri belum cukup populer di Indonesia, mayoritas masih mengandalkan perusahaan listrik negara (PLN). Dalam jangka panjang...perencanaan hunian perlu terobosan untuk menciptakan listrik untuk rumah sendiri......sumber energi bisa diperoleh dari kondisi geografi tempat tinggal. Angin, panas matahari dan air, merupakan sebagian contoh sumber energi yang bisa diolah lebih lanjut......

Prioritaskan penggunaan material lokal, bahan alami dan bahan sisa pembangunan untuk merencanakan hunian, disamping masalah efisiensi juga membantu mengurangi sampah lingkungan.
Material lokal dan alami yang dapat digunakan al bambu, batako, batu gamping, batu kali, pasir pantai, dll.....yang dapat disertakan dalam perencanaan hunian.
Kayu dapat juga disertakan dengan pertimbangan kayu dari jenis yang pohon yang cepat pertumbuhannya, sehingga tidak merusak ekosistem.

Pengaturan sirkulasi udara, cahaya dan utilitas dengan upaya memanfaatkan kondisi alam semaksimal mungkin untuk kenyamanan hunian.......al :

Pencahayaan alami......mengacu pada arah mata angin, sehingga diperoleh pencahayaan yang maksimal. Untuk mendapatkan suhu yang nyaman dalam ruang, penempatan kanopi, tirai atau jenis barrier lainnya patut diperhatikan, sehingga penggunaan peralatan modern seperti AC dll yang menyedot banyak energi bisa diminimalisir atau dihindarkan.

Untuk memperoleh sirkulasi udara yang mengalir ..... perlu mengambil pelajaran dari teknik bangunan tempoe doeloe, yang berhasil mengatur aliran udara dan pencahayaan yang baik serta struktur bangunan yang kuat dan awet ....hingga sekarang.
Faktor yang mudah dilihat al karena ....tingginya ukuran plafond dan jendela, kemiringan atap yang relatif curam dan ketebalan dinding bangunan ....yang semuanya bertujuan pada kenyamanan dalam hunian.








Efisiensi dan perlindungan air tanah mulai diperhitungkan sejak perencanaan KDB/ Koefisien Dasar Bangunan yang dipersyaratkan.....sehingga masih memiliki ruang terbuka untuk penempatan sumur resapan, lubang biopri ataupun septik tank ramah lingkungan yang tidak mencemarkan lingkungan.

Penampungan air hujan dan air kotor dalam suatu hunian.....dipusatkan dalam sumur resapan, untuk menjaga kelestarian air tanah lingkungan sekitarnya. Sumur resapan dan lubang biopri prinsipnya memiliki tujuan yang sama, yaitu memudahkan air menyerap ke dalam tanah. Perbedaan terletak pada cara sistem kerjanya.

Penciptaan teknologi juga turut serta dalam green architecture al ;
Clever flush toilet.....yang mengeluarkan air lebih sedikit dari toilet pada umumnya, karena kecepatan air yang lebih kencang, pengolahan air llimbah/ kotoran sendiri sehingga tidak membebani saluran air lingkungan, penggunaan pipa saluran yang lebih sedikit sehingga lebih ekonomis....

Biological filter septik tank, yaitu septik tank produksi pabrik berbahan fiber glass yang sudah dilengkapi dengan penyaring biologis, dan dirancang khusus untuk tidak mencemari lingkungan, sehingga lebih hemat, praktis dan tahan lama.

Perlu kewaspadaan dalam pemilihan material modern dalam hunian....karena kandungan bahan-bahan yang tidak lolos uji kelayakan...dapat mengakibatkan dampak buruk bagi kesehatan, salah satunya adalah VOC atau Volatile organic compounds , yang kerap digunakan dalam alas karpet, bahan finishing atau pun pelapis furniture dan cat dinding.

Penerapan dalam skala tata kota al ; berupaya mengkombinasikan penempatan ruang komersial, perumahan dan perkantoran agar memiliki akses untuk pejalan kaki, pengguna sepeda atau pun kendaraan umum, yang akhirnya dapat mereduksi polusi udara yang ditimbulkan.

Penghijauan tidak hanya diterapkan pada ruang-ruang publik saja, tetapi juga pada hunian itu sendiri, yang bertujuan mengoptimalkan penyerapan air dan memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitarnya.