*bentuk Panggangpe
*bentuk Kampung
*bentuk Limasan
*bentuk Joglo
Dibanding bentuk lainnya, rumah bentuk joglo lebih dikenal masyarakat pada umumnya.
Rumah Joglo kebanyakan hanya dimiliki oleh mereka yang mampu. karena rumah joglo butuh bahan lebih banyak dan mahal ketimbang rumah bentuk lain. Masyarakat jawa dulu menganggap bahwa rumah joglo tidak boleh dimiliki oleh sembarang orang, oleh orang kebanyakan, tapi hanya diperkenankan bagi kaum bangsawan, raja, dan pangeran, serta mereka yang terhormat dan terpandang. Namun dewasa ini rumah joglo digunakan pula oleh segenap lapisan masyarakat dan juga untuk berbagai fungsi lain, seperti gedung pertemuan serta perkantoran.
Dalam masyarakat jawa tengah,,,,,,,
pada saat pagi hari, suasana begitu ramai, Suara tetabuhan kentongan terdengar dari wilayah masyarakat jawa tengah. Di rumah bergaya Joglo khas desa itu tampak sejumlah pemuda sedang memukuli tujuh kentongan kayu berukuran besar dan delapan kentongan bambu yang lebih kecil.
Di halaman rumput depan rumah Senggung, dua pasang muda mudi belia menari mengikuti irama kentongan yang bertalu. Gerakannya mirip lenggak lenggok tayub namun penarinya mengenakan pakaian ala petani. Para gadis menggendong tenggok keranjang bambu berisi padi dan gabah, sementara jejakanya mengenakan iket dan berpakaian serba hitam serta memanggul cangkul. Sedangkan Senggung, bertugas melantunkan langgam jawa yang sesekali ditingkahi alunan seruling bambu.
Ketoprak kalebu salah sawijining kesenian rakyat ing Jawa tengah, ananging ugo bisa tinemu ing Jawa sisih Wetan (Jawa Timur ).Ketoprak wis nyawiji dadi budaya masyarakat Jawa tengah lan biso ngasorake kesenian liyane ,umpamane Srandul, Emprak lan sakliyane. Ketoprak wiwit bebukane awujud dedolanan para priyo ing dusun kang lagi nganaake lelipur sinambi nabuh lesung kanthi irama ana ing waktu wulan purnama ndadari , kasebut Gejog. Ana ing tembe kaering tembang bebarengan ing kampung /dusun kanggo lelipur . Sak teruse ana tambahan gendang, terbang lan suling, mula wiwit saka iku kasebut Ketoprak Lesung, kira-kira kadadeyan ing tahun 1887. Sak banjure ana ing tahun 1909 wiwitan dianaake pagelaran Ketoprak kanthi paripurna/lengkap.

Kesenian wayang dalam bentuknya yang asli timbul sebelum kebudayaan Hindu masuk di Indonesia dan mulai berkembang pada jaman Hindu Jawa. Pertunjukan Kesenian wayang adalah merupakan sisa-sisa upacara keagamaan orang Jawa yaitu sisa-sisa dari kepercayaan animisme dan dynamisme.
kesenian wayang dan ketoprak ini masih sering di tampilkan, banyak orang-orang yang menyaksikan dari orang dewasa hingga anak2.
Bagian konstruksi inti dan ciri khas rangka atap pada bangunan rumah tradisional Joglo adalah terletak pada susunan struktur rangka atap “brunjung” (bentuk piramida terbalik, yaitu makin ke atas makin melebar dan terletak di atas ke-empat tiang “soko guru” disusun bertingkat sampai dengan posisi “dudur dan iga-iga”) dan susunan rangka “uleng” (susunan rangka atap berbentuk piramida yang disusun diatas ke-empat tiang “soko guru” ke arah bagian dalam).
rangka ini mencirikan suatu desa yang begitu menyatu dalam kesatuan budaya dan bentuk kayu yang sama menggambarkan setiap budaya di indonesia itu sama.





